Skip to main content

Posts

Pancaroba Di Jakarta

Maafkan saya yaaa kalo judulnya terlalu fail. Ini judul jg dapet inspirasi dari orang orang terdekat. Selamat membaca! Reviewnya jangan lupa yaaa hoho :D -ran Angin bertiup lembut membelai wajahnya. Awan mendung menghiasi langit. Tetes air hujan sedikit demi sedikit kembali turun membasahi bumi. Namun matahari tetap muncul. Mengintip dari balik awan, tak ingin tempatnya digantikan. Tak mau dirinya terusir. Tak rela masanya telah habis. Lalu digantikan oleh awan – awan pembawa air di musim penghujan… Jauh dibawah sana –dibawah perdebatan matahari dan awan- di atas permukaan bumi, seorang anak manusia duduk termenung menatap langit. Disamping gundukan tanah, meratapi langit yang menangisi dirinya, seperti ia menangisi gundukan tanah disampingnya. *** Perjalanan yang cukup melelahkan, diantara derasnya hujan. Demi menghemat, ia rela berjalan kaki sampai ke rumah kontrakan kecilnya. Rumah yang terletak di dekat pusat kota Jakarta, mungil namun tetap asr...

Mentor Semangat

Ini dia, cerpen yg gue ikutin di lomba LMCR. Maaf yaa, tingkat bahasa gue masih abal abal. Dan maaf jg kalo kepanjangan haha :D betewe, yg merasa tau jangan berisik! ('o') Enjoy! Kritik dan saran amat diterima ^^ -ran Tetep semangat yaa kaak! Pesan terkirim. “Hhhh…” Untuk yang kesekian kalinya aku hanya bisa menghela nafas. Kegiatan mengirim pesan yang berisikan kalimat penyemangat itu telah menjadi rutinitasku beberapa minggu terakhir ini. Dialah Randi. Semua pesan yang berisikan kalimat penyemangat itu tertuju padanya. Randi, seorang kakak kelas yang -beberapa bulan terakhir ini- telah menarik perhatianku. Aku mengenalnya sebagai kakak kelas disebuah organisasi yang kuikuti di sekolah, saat aku mulai bergabung dalam susunan kepengurusan organisasi tersebut. Dia kakak kelas yang mudah bergaul serta cukup dekat dengan adik – adik kelasnya. Sejujurnya, sejak awal aku sudah mengenalnya. Namun, aku hanya sekedar tahu. Melihatnya dari sudut pandang yang ...

Sepuluh Tahun Lagi

Ini puisi pertama yg gue bikin. Tapi sepertinya gagal deh -,- Puisi ini gue bikin, buat semua temen-temen yang pernah menyumbangkan bagian perannya di kehidupan gue. Semua temen-temen gue yang bersedia selalu hadir di kehidupan gue sejak dulu sampe sekarang. Mereka yang secara sadar maupun engga, telah mengajarkan banyak hal berarti buat gue. THANKS FOR EVERYTHING GUYS!!! :* I LOVE YOU ALL *big hug* Well, enjoy it :')     Dalam dinginnya udara malam hari Di bawah naungan kelap kelip lampu langit Sembari menyesap segelas teh hangat Sekelebat bayangan hinggapi pikiranku Kenangan tentang kita Lalu sesuatu menyadarkanku Merasuk ke alam bawah sadarku Menyadarkanku bahwa kalian Begitu berharga Seaindainya aku tidak memilih duduk disebelahmu Aku tidak akan bisa menghabiskan waktu bersama kalian Seandainya aku memilih berteman dengan yang lain Aku tidak akan bisa menggila bersama kalian Bahkan mungkin seand...

Mbah Jawer

Hai! Kali ini cerita tentang pak iding lg nih. Ini kyknya pak iding ngeksis banget yak di blog gua-_- akhir akhir ini posting gue tentang dia semua. Yoweslah takpapa. Lanjutkan! Sebenernya ini cerita kemaren sih. Tapi berhubung gue ga sempet ol karna harus belaja buat ulangan biologi+kimia (yg nyatanya cuma ulangan kimia padahal gue cuma belajar biologi-__-), jadi ga sempet share cerita ini deh. Jadi ceritanya kan fisika lg ngebahas tentang termodinamika gitu. Terus pak iding ngebahas tentang rumus efesiensi mesin sama efesiensi mesin carnot. Pak iding ngasih tau tuh kalo prakteknya, ada di mesin mobil dll. Terus dikasih tau jg bedanya mesin carnot sama mesin diesel. Kata pak iding sih, lebih efisien mesin carnot. Yaa gitu deh. Lalu cerita beralih ke 'Hukum Bernaulli'. Hukum tentang tekanan air tapi ternyata itu sama aja kayak hukum kekekalan energi. Cuma massa benda diganti sama massa jenis air terus ditambahin P(pressure). Asli gue ga nyadar-_- parah banget yak. ...

Hutan Terlarang

“Memangnya ada apalagi sih, Pras?” tanyaku sambil menjajari langkah Pras. Egy mengikuti di sebelahku. “Tadi sore aku ga sengaja mendengar percakapan ayah dan ibu. Kata ayah, sebuah mall akan dibangun di kota kita. Mall itu akan dibangun di hutan kota” jawab Pras sambil mempercepat langkahnya. “Jadi, maksudmu malam ini kita akan menyelinap ke hutan itu?” Egy yang sedaritadi terdiam, angkat bicara. “Iya. Kita harus berbuat sesuatu untuk menghentikan pembangunan mall itu. Itu hutan terlarang, hutan yang dijaga, dilindungi. Tidak boleh dirusak oleh siapapun. Begitu kata ayah” jelas Pras. Malam ini, kami janji bertemu di depan rumah Pras. Kami akan menyelundup ke hutan di kota kami. Hutan terlarang. Entah mengapa diberi nama seperti itu. Menurut cerita ayah Pras, di hutan itu ada ‘sesuatu’ yang harus dilindungi. Tidak boleh diganggu. Tidak ada yang tau, apa wujud sebenarnya dari ‘sesuatu’ itu. Hutan terlarang selalu terkunci. Gembok yang ukuran serta bentuknya tidak no...